Minggu, 27 Januari 2013

MAKALAH SOSIALISASI (SEKOLAH)




BAB 1
PENDAHULUAN

  1. A.   LATAR BELAKANG
Pendidikan sekarang merupakan kebutuhan primer bagi setiap individu di masyarakat.  Baik itu pendidikan infornal di keluarga, atau pendidikan formal ataupun nonformal yang sekarang telah banyak bermunculan di tengah-tengah masyarakat.  Pandangan masyarakat tentang pendidikan telah berubah. Hal itu terjadi karena tuntutan zaman yang mengharuskan masyarakat untuk menempatkan pendidikan di prioritas pertama.
Sekolah merupakan pendidikan formal. Yang digunakan oleh seseorang sebagai media atau alat dalam sosialisasi dan interaksi di masyarakat. Di dalam sekolah dikenalkan berbagai macam pendidikan dan penanaman nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sehingga sekolah dapat dikatakan sebagai tindak lanjut dalam proses sosialisai seorang individu setelah di dalam keluarga. Dalam sekolah juga digunakan sebagai media latihan seorang individu sebelum yang bersangkutan terjun secara langsung dalam masyarakat.
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasilainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan(role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. Contoh standar apakah seseorang itu baik atau tidak di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah,misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya diatas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah.



  1. B.   RUMUSAN MASALAH
  • Apa pengertian pendidikan?
  • Bagaimana peran sekolah dalam sosialisasi individu?
  • Bagaimana peran pendidikan bagi masyarakat ?
  1. C.   TUJUAN
  • Mengetahui pengertian pendidikan
  • Mengetahui peran sekolah dalam sosialisasi individu
  • Mengetahui peran pendidikan bagi masyarakat patemon
  1. D.   MANFAAT
    1. Manfaat Teoritis
      1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
      2. Memberikan sumbangan konseptual bagi penelitian sejenis.
      3. Manfaat Praktis

BAB 2
PEMBAHASAN
  1. A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pengertian pendidikan sangat bnyak dan bermacam-macam. Berikut adalah pengertian pendidikan menurut para ahli:
  1. Ki Hajar Dewantoro, pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter, kekuatan batin), pikiran dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.
  2. Pendidikan, menurut H. Horne, adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
  3. John Dewey, mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.
  4. Thompson mengungkapkan bahwa Pendidikan adalah pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sifatnya.
  5. Pendidikan  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. (Wikipedia)
Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang kita sadari, terencana, terstruktur dan disengaja yang dilakukan dari bayi hingga kita mati. Dalam pendidikan terjadi proses sosialisasi yaitu pengenalan dan penanaman nilai-nilai social dan norma-norma social yang ada dan berlaku dalam pendidikan. Pendidikan merupakan proses adaptasi seorang terhadap masyarakat dan lingkungannya agar dapat bertahan dalam tempat ia hidup. Jadi pendidikan sangatlah penting dan semua individu di dalam masyarakat psati akan menjalani pendidikan informal dan pendidikan formal ataupun non formal.



  1. B.   PERAN SEKOLAH DALAM SOSIALISASI
  2. Pengertian sekolah
Sekolah merupakan tempat atau sarana dalam pendidikan formal. Dalam pendidikan formal yaitu sekolah, pendidikan terstruktur dan bertahap. Pendidikan dimulai dari TK( taman kanak-kanak), SD/ MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga Perguruan Tinggi. Dalam beberapa masyarakat pendidikan langsung dimulai dari SD hingga SMP atau SMA tanpa TK. Karena pemerintah melalui Kemendiknas hanya mewajibkan peserta didik menempuh pendidikannya hanya sembilan tahun (wajar 9 tahun). Sekolah dibedakan menjadi 2 yaitu sekolah negeri dan swasta. Sekolah negeri merupakan sekolah yang manejemen, pengawasan dan kepemilikannya dibawahi langsung oleh pemerintah yaitu kemendiknas. Sekolah swasta merupakan sekolah yang manjemen dan kepemilikannya dilakukan ole perseorangan, yayasan dll. Namun tetap dalam pengawasan kemendiknas.
Sekolah menurut Mifflen mempunyai 2 fungsi dari peran sekolah, yaitu:
a)      Mengarahkan anak dari orientasi kekhususan ke orientasi universal, serta dari orientasi askriptif ke orientasi prestasi
b)      Alokasi selektif atau diferensial ke peran-peran dewasa yang mendapat kedudukan yang tidak sama.
  1. Sosialisasi
Pengertian sosialisasi mencakup beberapa hal yaitu:
1)         Proses sosialisasi adalah proses belajar. Yaitu proses akomodasi dimana individu menahan mengubah impuls-impuls dalam dirinya lalu diikuti oleh pewarisan cara hidup atau kebudayaan masyarakatnya.
2)         Dalam proses sosialisasi individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-ide, nilai-nilai, tingkah laku dalam masyarakat dimana ia hidup
3)         Semua sikap dan kecakapan yang dipelajari dalam proses sosialisasi itu disusun dan dikembangkan secara sistematis dalam dirinya.





  1. Peran sekolah dalam sosialisasi
Sekolah merupakan media sosialisasi yang lebih luas dari keluarga. Sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru di kemudian hari di kala anak atau orang tidak lagi menggantungkan hidupnya pada orang tua atau keluarganya. Sekolah adalah tempat persinggahan antara keluarga dengan masyarakat. Dalam sekolah diajarkan lebih luas tentang baik buruk, tentang nilai-nilai dan norma-norma yang ada di masyarakat yang sebelumnya teleh dikenalkan dalam pendidikan informal di dalam keluarga. Dalam sekolah individu dilatih untuk mempraktekan hal-hal yang telah ia pelajari dalam keluarga dan sekolah itu sendiri. Dengan kata lain nilai-nilai dan norma social yang berlaku di masyarakat dan telah dipelajari di keluarga dan sekolah telah diterapkan sebagai latihan sebelum secara penuh terjun dan berperan dalam masyarakat.

Sekolah memegang peranan penting dalam sosialisasi, walaupun sekolah hanya salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan seorang anak. Anak mengalami perubahan perilaku sosialnya setelah ia masuk sekolah. Di keluarga ia hanya bergaul atau berinteraksi dengan anggota keluarga lain atau dengan tetangga dekat yang jumlahnya terbatas. Selain itu keluarga bercorak informal sehinnga banyak tindakan yang diizinkan menurut Suasana di dalam keluarga. Anak tersebut mengalami perubahan suasana yang drastic. Ia bukan lagi seorang anak istimewa yang selalu menjadi prioritas namun hanya sebagian murid diantara murid lainnya. Ia mulai berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas yang dibawa oleh murid lain, yang kadang kala sangat berbeda dengan lingkungan dimana ia tinggal. Sehingga ia harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru yang ia temui tersebut dan terbetuklah identitas dirinya yang sesuai dengan lingkungan baru tersebut.









  1. C.      PERAN PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT PATEMON
Patemon merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Gunung Pati. Sebelum adanya Universitas Negeri Semarang (Unnes) masyarakat patemon sama seperti halnya masyrakat desa lainnya yang tidak terlalu memperhatikan masalah pendidikan. Masyarakat beranggapan bahwa sekolah itu percuma karena pada akhirnya juga akan bekerja. Orientasi masyarakat pada waktu itu masih ke faktor ekonomi. Namun setelah adanya unnes pandangan atau orientasi tersebut mulai berubah atau bergeser sedikit demi sedikit. Jadi lembaga pendidikan (Unnes) selain merubah atau memperbaiki faktor perekonomian masyarakat juga telah merubah mainset atau cara berpikir masyarakat.
Kelurahan patemon mempunyai 2 tingkatan sekolah formal, yaitu SD dan SMP/MTs. Keberadaan sekolah-sekolah tersebut sangatlah membantu untuk masyrakat patemon dan sekitarnya. Karena masyarakat tidak lagi mensekolahkan anak-anaknya terlalu jauh. Sehingga masyarakat tidak lagi berfikir biaya tambahan karena terlalu jauhnya anaknya bersekolah. Hubungan masyarakat patemon dengan institusi pendidikan yang ada dalam lingkungan mereka sangatlah baik. Masyarakat ikut berperan aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan sekolah dan begitu juga sebaliknya pihak sekolah juga sekolah selalu melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Masyarakat Patemon juga telah berpikir bahwa sekolah adalah pusat budaya. Dan sekolah juga menyadari bahwa sekolah adalah tempat mengenalkan budaya yang ada.
Pendidikan telah membawa pengaruh yang sangat besar bagi aspek kehidupan masyarakat Patemon. Baik itu perekonomian, social, buadaya, dll. Masyarakat Patemon menganggap pendidikan telah menjadi faktor penting dalam kehidupan mereka.



BAB 3
PENUTUP

  • SIMPULAN
Pendidikan merupakan suatu hal yang kita sadari, terencana, terstruktur dan disengaja yang dilakukan dari bayi hingga kita mati. Dalam pendidikan terjadi proses sosialisasi yaitu pengenalan dan penanaman nilai-nilai social dan norma-norma social yang ada dan berlaku dalam pendidikan. Pendidikan merupakan proses adaptasi seorang terhadap masyarakat dan lingkungannya agar dapat bertahan dalam tempat ia hidup. Jadi pendidikan sangatlah penting dan semua individu di dalam masyarakat psati akan menjalani pendidikan informal dan pendidikan formal ataupun non formal.
Sekolah memegang peranan penting dalam sosialisasi, walaupun sekolah hanya salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan seorang anak. Anak mengalami perubahan perilaku sosialnya setelah ia masuk sekolah.
Pendidikan telah membawa pengaruh yang sangat besar bagi aspek kehidupan masyarakat Patemon. Baik itu perekonomian, social, buadaya, dll. Masyarakat Patemon menganggap pendidikan telah menjadi faktor penting dalam kehidupan mereka.

  • Ø SARAN
    • Pendidikan seharusnya tidak lagi 9 tahun namun haruslah 12 tahun karena harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
    • Sekolah harus tetap mempertahankan perannya sebgai media sosialisasi selain keluarga tanpa mengejar keuntungan lainnya.
    • Masyarakat Patemon harus tetap memprioritaskan pendidikan dan menganggap pendidikan adalah penting





DAFTAR PUSTAKA
http://www.uns.ac.id/data/sp4.pdf+fungsi+sekolah (21 november 2011 17:00)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan (20 November 2011 19:00)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar